Poetry
This page collect all my poems which I has can get my hand on until this moment. They are some of my poetry which has disappeared into thin air because of some technical problems with student writing association (KELAP) website that I joined while I were in Egypt.
Bagai Sekam Membakar
Aku sedang berteduh
Di tepian tasik Raja’
Mengutip kekuatan yang tercicir
Di denai kelalaian
Antara dua hasrat
Terhimpit menyeru cahayaAntara dua lembar putih
Keliru memilih zaman
Bagai sekam membakar
Kemahuanku mencuri kekuatanku
Bagai sekam membakar
Cintaku bikinku terpaku kaku
Benarkah cinta?
Cintakah yang buatku tertangguh
Di tengah jalan
Mampir bersama
Hasrat yang menyala
Rindu yang merimbun
Melebur keinginan subur
Menjadi debu seni berkeliaran
Dan aku,
Mengejar sisa-sisa berbaki
Kudrat polos yang berlari
Bersatu dengan alam
Membumi dengan tanah
Tenggelam bersama angin
Luruh di perdu pohon bisu
Andaipun mereka sudi menerima
Kekuatan yang tercicir
Di balik
Sekam yang membakar
May 16, 2007.
UIA
_________________
Zarah Maknawiyah
Ya Allah,
Jika zarah maknawiah
Punya lapisan daqiq
Punya rahsia ma’rifah
Ada qalb
Ada sudur
Ada latifah
Ada siir
Ada ruh
Semuanya berpusu merebut cinta
Paling istiwewa
Paling agung
Tidak mahu aku berkongsi cinta satu itu
Hanya Engkau ingin ku madu kasih itu
Tidak dengan mereka
Tidak dengan manusia
Kerana tidak ingin aku
Dibungkus dunia
Hingga kabur menempa susur
Kerana tidak ingin aku
Lemas dalam camar nafsu
Hingga tertinggal aku
Di belakang
Walau sedetik
Dalam mengejar maqamat
Agar bahagia bertemuMu nanti
Kiranya begitu
Apakah ada hidup lagi bagiku
Apakah ada bahagia lagi bagiku
Andai aku terpisat
Di penjuru gaflahku
Di belakang ketinggalan
Sendiri
Sedang sudah lama aku membina cinta
Sedang sudah gebu rindu menunggu
Air mata kuperah dalam nafas waktu
Tidak ingin aku di situ
Tidak sanggupku begitu
Namun
Aku berjalan atas qadarMu
Aku pilih apa yang dipilihMu
Maka siapalah aku ini
Melainkan hamba?
Maka apakah selain itu
Selain tafwidh?
Aku suka apa yang Engkau ingin
Aku damba apa yang Engkau Redha
Aku mahu apa yang Engkau tetapkan
Kerana
Tidak mungkin aku hidup lagi
Tiada lagi hidup untukku
TanpaMu
Tidak mungkin
Ya Allah
Jangan ya Allah
Engkau tinggalkan aku sendiri
Sungguh!
Tidak mungkin aku hidup
Tidak mungkin
Tanpa cinta RedhaMu
Makna apapun tiada lagi
Terseksa aku pasti
Kiranya sudilah terima diri ini
Hamba hina
Yang bersimpuh memohon segala
28, July 2007
IIUM
_____________
Zikir
Ya Allah,
Dunia ini berat ringankanlah ia
Ya Allah,
Dosaku banyak ampunkah ia
Ya Allah
Penyakit hatiku parah sembuhkanlah ia
Ya Allah
Zikirku jarang-jarang dawamkan lah ia,
Ya Allah
Hatiku sibuk, sibukkanlah ia dengan zikir padaMu
Ya Allah
Jiwaku hilang, hadirkanlah ia
Ya Allah
Jasadku beku, siramkanlah ia
Ya Allah
IIUM
________________
Setelah
Mengapa,
Setelah yang dipohon diberi,
Engkau begini
Keluh resah
Ritip desah,
Dalam galau diriMengapa,
Setelah Tuhan memberi cintaNya,
Yang kau rayu sisip jernih mata,
Setelah cintaNya hangat mendakap
Setelah DIA titp kasih lazat,
DIA beri apa yang didamba
Di sisih cinta sahaya
Natijahnya cintaNYA Maha Hebat,
Kau keluh naqis cinta hamba,
Mengapa……??Setelah
Wahai diri..
Selongkrilah rahsiaNya,
Akan rona maghfirahNya
Membakar hangat
Memendam asyik
Tiada tara persis cinta biasa
Lazatnya tiada bicara
Itulah rahsia fana
Ma’rifatullah
Setelah kau gapai
Durja cintaNya
Jua ma’rifahNya
Tiada lagi desah, kesah
Hanya
Ratib bicara Rindu denganNya
Cintasyahid.
Mahallah nusaibah
____________
Di Dada Langit
Ya Allah
Di dada langit
Aku menadah
Merungkai makna
Melipat ma’rifah
Ya Allah
dayuskah aku
dalam mengenal fana
betapa hina diri
menjejak cintaMu yg Allah
rebah dalam dakapan nafsu
lemas dalam ghaflah dunia…
alangkah!
alangkah!
ya Rob..
PadaMu segala kupaut
cinta itu
rindu itu
maghfirah itu
Rahmah itu
Amin ya Rab
_____________
Tidak Pandai Puisi
Aku Katakan
Aku tak pandai berpuisi
Namun harap metah
Aku yang sadur noda
Berlabuh selalu di indah dakapan MahgfirahMu
Ya Allah
Aku ingin satu hati
Yang selalu sejernih jeli
Yang selalu setenang kali..
Aku ingin bundar mata
Yang selalu alir mutiara
Karaman sesal dosa
Aku ingin satu nyawa
Yang selalu gundah bila putusnya ia
Aku memohon doa
Aku memanjat harap
Izinkan aku ya Allah
Biar tunak segalanya
Menjadi satu
Di dalam himpunan doa
Meski segala meminta
ya Rahman
ya Rahim
Oh ya Allah
Aku takut padaMu
Aku berharap padaMu
Aku juga ingin benar menyintaiMu
Sungguh!
Ingin aku selalu-selalu begini
Perkenankan ya Allah
_________________
Jatuh
Berjalan menaiki tangga,
Merenung, lalu menundukkan mata,
Tiba-tiba,
Jubah hitamku,
Tersungkur di birai tangga,
Malu bukan kepalang,
Lelaki di depan dan dibelakang,
Memandang simpati..
Mana mungkin aku dipapah mereka..
Aku tersenyum nipis dan menganggukkan kepala sambil menahan perit
Pada lelaki yang mengatakan “sori”-simpati
Aduhai!
Ujian apakah ini?
Aku lantas beristighfar~
Mencari ” Apakah Amaran Allah buatku”
Di celah waktu
________________
Hentian Ini
4.10pm
Di hentian ini
Rencam isi segala
Berbaur Satu
Hanyir
Hampas
Tengit
Letai wajah menahan duraNamun
Ini dunia
Khali dari yang mulus-mulus
Hakikatnya
Inilah rona lembah fana
Akrab dengan yang hinaDi Sisi-Nya
Lebih tidak dari sehelai sayap nyamuk
Bagi mu’min
Lebih tidak sebuah penjara
Rimas mengepung diri
Ingin segera bebas darinya
“Hur”Alangkah
Sedang kita
Sabung
Iman
Memikat dunia
Yang kotor ini
Ibarat pungguk rindu
Si rembulan
Itulah kitaAlangkah
Dayus iman sungguh!
Lazuardi lelah mengapung dosa
Pawana jerih mengintai takabbur
Kabus redum mengusir ananiyah
Hingga jeda waktu
Akhir zaman
Hanya iman taruhan diri
Sedang wanita solehah itu jugalah
Sebaik fatamorgana duniaHentian
410 p.m
nailofar_________
Aku Yang Tertinggal Gerabak
Oh,
Aku yang tertinggal gerabak
Di hentian itu
Mengejar cinta yang tertangguh
Penuh melimpah
Hingga aku tertinggal gerabak lagi
Oh,
Aku yang tertinggal gerabak
Ditemani rona pagi yang tersenyum simpul
Memerli aku kah?
Desir semilir desa pagi yang menusuk
Tajam menghiris halus
Berbicarakah?
Dengan aku
Aku yang terpisat kesejukan
Di situ; sendirian.
Akulah itu yang tertinggal gerabak
Di hentian itu
Akulah
Akulah
Yang tertinggal gerabak lagi
Dalam mengejar cinta yang tertangguh
Tidak aku tidak
Tetap aku menanti di hentian itu
Menanti gerabak
Demi memenuhi cinta yang tertangguh
_____________
Hatiku Pecah Lagi
Hatiku Pecah Lagi
Hatiku pecah lagi
Dosaku melimpahi
Setiap urat nadiHatiku pecah lagi
Janji pada Allah tidak terlunasi
Kantung amal ringan tidak terpenuhiHatiku pecah lagi
Sesak dunia fana ini
Aku ditengahnya tersepit diri
Hatiku pecah lagi
Tangis rindu padaMu ya Rabbi
Makin jauh atau mampirkah diri iniHatiku pecah lagi
Jiwa selimut ghaflah duniawi
Parah menjerit sendiri
Hatiku pecah lagi
CintaMu ingin kudakapi
Retorikkah atau hanya ilusiHatiku pecah lagi
Jalan menemuiMu
Seringku tangguhiHatiku pecah lagi
Ya Allah
Tidak ingin selain dariMu
Hanya Redha CintaMu puncak harapanku
Hanya mengingatiMu ingin kujejaki..Hanya RahmahMu ingin kujelajahi
Ingin lari dari selainMu
Ingin uzlah dari mimpiku
Ingin tajrid ghaflah duniakuAgar
Hatiku tidak pecah lagiAgar
Hatiku selesa memugar rahsia
______________
Cinta Itu
Oh Ya Allah
Cinta Agungku
Ku Ingin dakap metah cintaMu
Ku hasrat cicipi manisnya ihsanMu
Ku damba indahnya RedhaMuNamun
Nafsu sering meraja diri
Memusnah cinta yang mekar indah
Melebur iman yang mencambah
Membunuh rindu yang berbunga
Menoda cintakan syurgaNyaOh ya Allah
Begitulah hambaMu ini
Yang ingin miliki lazatnya cintaMu
Yang ingin sentuhi nikmatnya kasihMu
Yang menanti pertemuan denganMu
Yang berombak atma mati di jalanMu
Yang mahu belai hangatnya RedhaMuOh ya Allah
Kurniakan aku cinta itu
CintaMu cinta Agungku
Buat peneman sepanjang hayatYang tanpanya tidak mungkin kita hidup lag
Yang tanpanya tiada erti hidup ini
2003
suatu detik dahulu
dalam akrab debu itujazirah al-ward

^_acu_^ on 24 Nov 2008 at 4:45 am #
subhanallah.. sukanya baca tulisan ukhti. jelesnye..hope i cud do so. dah
lama meninggalkan penulisan.
btw, penulis ni dulu bljr di uia? ana pun uia dulu. kwn mazlita juga.
hope to know u.
>>nice knowing your blog>>
wassalam.