Beautifully Imperfect
18 01 2010Jika manusia
Punya
Faham
cinta dan kasih
Pasti menekur aib sendiri
Kasih dan cinta itu
Bukan untuk dipilih-pilih
Bukan miliknya kita
Ia tanda murahnya kasih ALLAH
Beri pada yang perlu merasa
Usah kedekut dan jangan pula besar diri
(Siapa kita, yang tidak miliki apa-apa?)
Sayangilah, kita-kita
kerana semua-
kita; mereka
BERHAK dan PERLU disayang
Bukalah hati dan letakkan cinta
Ia ajaib
Gemburlah ia
Dengan kerendahan jiwa
Bakal meminggir beza
Juga buruk sangka yang ada
Rasalah
Ketidaksempurnaan dicantum bersama
Menjadi
Beautifully imperfect
Itulah rahsia cinta
Ketidaksempurnaan membenih
Pohon
Sempurna
…Cinta Sempurna
alQasam
yang jauh dari sempurna
18.1.2010
Buat anak-anak murid ustazah yang amat disayang menerima guru yang penuh lompang dan kekurangan. Kalian mengajar cinta pada ustazah. Ibarat anak dan ibu. Itu kata kalian. Ibarat tebing dan aur. Itu kata ustazah.
and….
For Salsa who always dear to my heart and all my students who thought me more than I ever been thought before <3C





























Assalamu’alaikum ukhti, sorry I’m late. My mail add as requested. Syukran
salam.. sumayyah, mtk izin nak copy paste ye… rasanya boleh kan? didahulukan dgn jazakillahi khoir..
[...] lama yang disegar ingatkan, daripada ustazah Sumayyah (alQasam), yang saya copy bulat2, daripada blog beliau di sini. Beautifully imperfect.. So nice, yet so [...]
[WORDPRESS HASHCASH] The comment’s server IP (66.135.48.233) doesn’t match the comment’s URL host IP (76.74.255.123) and so is spam.
Apa yang lebih indah
dari harumnya mawar berembun
yang tumbuh di tepi danau,
ketika dinginnya pagi beranjak dengan sopan
saat semburat tipis mentari mengintip di cakrawala?
Waktu purnama semalam permisi untuk pergi,
meninggalkan senyum tipisnya yang cantik dalam hatimu?
Yaitu saat engkau tahu
di balik semua keindahan pagi itu,
ada bahagia dari seorang sahabat
yang sedang tersenyum mengingatmu.
Ia antarkan harimu itu dengan lantunan doa indah
yang menghubungkan engkau, dia,
dan Tuhanmu,
dalam satu tali cahaya yang menyala.
Kemudian ia biarkan doa itu terbang berarak dengan riang ke langit.
Maka purnama, embun, mawar, danau, dingin, dan semburat mentari
saat itu berbicara bersama:
Hari ini engkau akan tersenyum,
sebagaimana Tuhan tersenyum pada engkau dan dia, saat itu.
Herry Mardian, 7 Mei 2006,
http://suluk.blogsome.com/2006/05/07/doa-untuk-sahabat/#more-98
Kak Dianah: Segan pula. Bukannya apa-apapun. Tersilap tulis, bukan 2001, tapi 2010. Ini hanyalah rants. Bukan puisi atau yang seangkatan dengannya.:)
Kak Fakhzan: Shukran atas puisi saudara Henry yang indah itu. Diriku mendoakan sepertimana dirimu mendoakan diriku.
saat yg lepas milik Allah
yang akan datang dalam rahsia Allah
yang kita miliki hanya detik ini
namun tetap hak Allah
setiap detik amat berharga untuk Allah
subhanallah…