Syukur

 

Sebenarnya saya selalu-selalu ingin menangis mengenangkan banyak perkara. Tentunya, terutama nikmah yang Allah beri pada saya dan kurangnya syukur saya pada Allah.

Saya bersyukur dikurnia ibubapa yang sentiasa inginkan yang terbaik buat anak-anaknya.

Saya bersyukur punya buah hati pengarang jantung, 8 adik-adik yang sihat belaka.

Saya bersyukur diberi Allah izin menjadi isi Universiti Al-Azhar dan Taman Ilmu dan Budi.

Saya bersyukur mendapat teman dan taulan dari segenap penjuru dunia.

Saya bersyukur punya ramai sahabat yang baik budi, indah akhlaknya dan lebih banyak memberi dari menerima.

Saya bersyukur punya anak-anak murid dari pelusuk dunia yang saya kasih sepenuh jiwa dan raga saya.

Saya bersyukur kini, punya suami yang sentiasa berlemah-lembut, sabar, rendah jiwa, sentiasa ingin menggembirakan saya dan menerima saya seadanya.

Saya bersyukur saya yang hina dina ini masih diberi Allah nikmah sedemikian rupa.

Saya bersyukur sementelah saya berdosa, kasih Allah masih tidak putus mengekori saya.

Ya Shakkur, ya Shakkur, ya Shakkur.